Tampilkan postingan dengan label binatang pelihara. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label binatang pelihara. Tampilkan semua postingan

Senin, 26 Maret 2012

IGUANA

Iguana hijau merupakan salah satu anggota keluarga Iguana ( Iguanidae ) . Reptil ini banyak ditemukan di negara - negara seperti Meksiko , Brasil bagian selatan , Paraguay , sampai ke Kepuluan Karibia. Iguana yang import kebanyakan dari Columbus, El Salvador, Hoduras, Peru, Mexico dan Suriname. Iguana hijau jika dipelihara dengan baik dapat mencapai umur sekitar 20 tahunan dan panjang 1,8 meter.
Binatang yang termasuk kelompok kadal ini kebanyakan hidup di hutan hujan, dan daerah lembab yang dekat dengan sungai, danau, atau sumber lain. Bermodalkan jari dan kuku - kukunya yang panjang, binatang ini bisa ditemukan hidup di dahan - dahan pohon  yang tingginya 100 meteran dari permukaan tanah.

SALAMANDER

Salamander adalah nama umum dari sekitar 500 spesies amfibi. Mereka mirip kadal,dengan tubuh yang ramping, hidung pendek, dan ekor panjang. Salamander Kebanyakan memiliki empat jari di kaki depan dan lima jari di kaki belakang mereka. Kulit mereka yang lembab biasanya membuat mereka bergantung pada habitat di dekat air, atau di bawah naungan (misalnya, tanah lembab), sering ditemui di lahan basah. Beberapa spesies salamander hidup sepenuhnya di perairan, beberapa di darat namun juga membutuhkan air agar tetap lembab , dan beberapa sepenuhnya terestrial hidup di darat sebagai salamander dewasa. Keunikan dari hewan ini adalah mampu regenerasi anggota badan mereka yang hilang.
karakteristik fisik

Sabtu, 24 Maret 2012

CROCODILE SKINK

Kadal Duri Atau Crocodile Skink adalah Kadal Yang Mempunyai duri-duri Di sepanjang badan dan ekornya. Bentuknya mirip buaya tapi ukurannya kacil, hanya sebesar kadal-kadal biasa yang anda temui. Kadal ini memiliki tingkah yang lucu, larinya cepat dan suka saling tumpuk. Kadal ini juga tidak agresif, tidak menggigit ataupun mencakar.

KATAK DAN KODOK ITU BEDA!!

Katak (frog) dan kodok (toad) adalah hewan amfibia yang pastinya sudah dikenal. Anak-anak biasanya menyukai kodok dan katak karena bentuknya yang lucu, kerap melompat-lompat, tidak pernah menggigit dan tidak membahayakan. Hanya orang dewasa yang kerap merasa jijik atau takut yang tidak beralasan terhadap kodok.

Kedua macam hewan ini bentuknya mirip. Katak bertubuh pendek, gempal atau kurus, berpunggung agak bungkuk, berkaki empat dan tak berekor (anura: a tidak, ura ekor). Katak umumnya berkulit halus, lembab, dengan kaki belakang yang panjang. Sebaliknya kodok berkulit kasar berbintil-bintil sampai berbingkul-bingkul, kerapkali kering, dan kaki belakangnya tidak sepanjang kaki katak, sehingga kebanyakan kurang pandai melompat jauh. Namun kedua istilah ini sering pula dipertukarkan penggunaannya. Kadang kodok dan katak juga dianggap sama.

Kehidupan kodok dan katak
Kodok dan katak mengawali hidupnya sebagai telur yang diletakkan induknya di air, di sarang busa, atau di tempat-tempat basah lainnya. Beberapa jenis katak pegunungan menyimpan telurnya di antara lumut-lumut yang basah di pepohonan. Sementara jenis katak hutan yang lain menitipkan telurnya di punggung kodok jantan yang lembab, yang akan selalu menjaga dan membawanya hingga menetas bahkan hingga menjadi kodok kecil.Sekali bertelur katak bisa menghasilkan 5000-20000 telur, tergantung dari kualitas induk dan berlangsung sebanyak tiga kali dalam setahun.
Telur-telur kodok dan katak menetas menjadi berudu atau kecebong (tadpole), yang bertubuh mirip ikan gendut, bernafas dengan insang dan selama beberapa lama hidup di air. Perlahan-lahan akan tumbuh kaki belakang, yang kemudian diikuti dengan tumbuhnya kaki depan, menghilangnya ekor dan bergantinya insang dengan paru-paru. Setelah masanya, berudu ini akan melompat ke darat sebagai kodok atau katak kecil.

Kodok dan katak kawin pada waktu-waktu tertentu, misalnya pada saat bulan mati atau pada ketika menjelang hujan. Pada saat itu kodok-kodok jantan akan berbunyi-bunyi untuk memanggil betinanya, dari tepian atau tengah perairan. Beberapa jenisnya, seperti katak tegalan (Fejervarya limnocharis) dan kintel lekat alias belentuk (Kaloula baleata), kerap membentuk ‘grup nyanyi’, di mana beberapa hewan jantan berkumpul berdekatan dan berbunyi bersahut-sahutan. Suara keras katak dihasilkan oleh kantung suara yang terletak di sekitar lehernya, yang akan menggembung besar manakala digunakan.
Pembuahan pada kodok dilakukan di luar tubuh. Kodok jantan akan melekat di punggung betinanya dan memeluk erat ketiak si betina dari belakang. Sambil berenang di air, kaki belakang kodok jantan akan memijat perut kodok betina dan merangsang pengeluaran telur. Pada saat yang bersamaan kodok jantan akan melepaskan spermanya ke air, sehingga bisa membuahi telur-telur yang dikeluarkan si betina.

Habitat dan makanan
Kodok dan katak hidup menyebar luas, terutama di daerah tropis yang berhawa panas. Makin dingin tempatnya, seperti di atas gunung atau di daerah bermusim empat (temperate), jumlah jenis kodok cenderung semakin sedikit. Salah satunya ialah karena kodok termasuk hewan berdarah dingin, yang membutuhkan panas dari lingkungannya untuk mempertahankan hidupnya dan menjaga metabolisme tubuhnya.
Hewan ini dapat ditemui mulai dari hutan rimba, padang pasir, tepi-tepi sungai dan rawa, perkebunan dan sawah, hingga ke lingkungan pemukiman manusia. Kodok buduk, misalnya, merupakan salah satu jenis kodok yang kerap ditemui di pojok-pojok rumah atau di balik pot di halaman. Katak pohon menghuni pohon-pohon rendah dan semak belukar, terutama di sekitar saluran air atau kolam.
Kodok memangsa berbagai jenis serangga yang ditemuinya. Kodok kerap ditemui berkerumun di bawah cahaya lampu jalan atau taman, menangkapi serangga-serangga yang tertarik oleh cahaya lampu tersebut.
Sebaliknya, kodok juga dimangsa oleh pelbagai jenis makhluk yang lain: ular, kadal, burung-burung seperti bangau dan elang, garangan, linsang, dan juga dikonsumsi manusia.
Kodok membela diri dengan melompat jauh, mengeluarkan lendir dan racun dari kelenjar di kulitnya; dan bahkan ada yang menghasilkan semacam lendir pekat yang lengket, sehingga mulut pemangsanya akan melekat erat dan susah dibuka.

Reproduksi
Pada saat bereproduksi katak dewasa akan mencari lingkungan yang berair. Disana mereka meletakkan telurnya untuk dibuahi secara eksternal. Telur tersebut berkembang menjadi larva dan mencari nutrisi yang dibutuhkan dari lingkungannya, kemudian berkembang menjadi dewasa dengan bentuk tubuh yang memungkinkannya hidup di darat, sebuah proses yang dikenal dengan metamorfosis. Tidak seperti telur reptil dan burung, telur katak tidak memiliki cangkang dan selaput embrio. Sebaliknya telur katak hanya dilindungi oleh kapsul mukoid yang sangat permeabel sehingga telur katak harus berkembang di lingkungan yang sangat lembab atau berair.

Kodok dan manusia
Sudah sejak lama katak dikenal manusia sebagai salah satu makanan lezat. Di rumah-rumah makan Tionghoa, masakan katak terkenal dengan nama swie kee. Disebut 'ayam air' (swie: air, kee: ayam) demikian karena paha kodok yang gurih dan berdaging putih mengingatkan pada paha ayam. Selain itu, di beberapa tempat di Jawa Timur, telur-telur katak tertentu juga dimasak dan dihidangkan dalam rupa pepes telur katak.
Kodok berperan sangat penting sebagai indikator pencemaran lingkungan. Tingkat pencemaran lingkungan pada suatu daerah dapat dilihat dari jumlah populasi kodok yang dapat ditemukan di daerah tersebut. Latar belakang penggunaan katak sebagai indikator lingkungan karena katak merupakan salah satu mahluk purba yang telah ada sejah ribuan tahun lalu. Jadi katak tetap exist dengan perubahan iklim bumi. Tentunya hanya pengaruh manusialah yang mungkin menyebabkan terancamnya populasi katak. Salah satunya adalah pembuangan limbah berbahaya oleh manusia ke alam. Limbah berbahaya inilah yang bisa mengancam keberadaan katak pada daerah yang tercemar. Selain itu, karena pentingnya kedudukan katak dalam rantai makanan, maka pengurangan jumlah katak akan menyebabkan terganggunya dinamika pertumbuhan predator katak. Bahkan terganggunya populasi katak dapat berakibat langsung dengan punahnya predator katak.
Akan tetapi yang lebih mengancam kehidupan kodok sebenarnya adalah kegiatan manusia yang banyak merusak habitat alami kodok, seperti hutan-hutan, sungai dan rawa-rawa. Apalagi kini penggunaan pestisida yang meluas di sawah-sawah juga merusak telur-telur dan berudu katak, serta mengakibatkan cacat pada generasi kodok yang berikutnya.




CROCODILE SKINK

Carettochelys insculpta juga dikenal dengan sebutan pitted-shelled turtle atau fly river turtle. Kura ini adalah salah satu spesies kura kura air tawar asli di Australia dan Papua. Spesies ini hanya memiliki anggota hidup dari keluarga Carettochelyidae, dan satu-satunya spesies yang dikenal di Carettochelyinae subfamili dan genus Carettochelys, namun ada beberapa spesies yang telah punah. Kura moncong babi ini sendiri sekarang sudah mulai sulit dicari. Di pusat-pusat ikan hias atau reptile pun juga rada susah menemukannya.

COMMON SNAPPING TURTLE

Common Snapping Turtles dapat tumbuh sampai ukuran sangat besar, rata-rata 20-40 cm. tempurungnya biasanya berwarna cokelat, kasar dan biasanya juga ditumbuhi alga. Common Snapping Turtles dapat ditemukan di perairan mulai dari sungai bergerak lambat untuk stagnan kolam. Meskipun kura-kura ini telah menerima reputasi buruk karena diduga menggigit perenang dan makan bebek bayi, pada kenyataannya dia sangat pemalu di dalam air dan akan mundur dari apa-apa kecuali makan siang. Akan tetapi kura-kura ini memang sangat agresif, coba saja dekatkan tangan anda ke kaca aquarium tempat memeliharanya, pasti

Minggu, 11 Maret 2012

ALLIGATOR SNAPPING TURTLE



Meskipun kemiripan antara common snapping turtles (Chelydra serpentine) dan alligator snapping turtles (Macrochelys temminckii) sudah jelas terlihat, keduanya sebenarnya sepupu jauh dan juga memiliki perbedaan yang sangat jelas. Alligator snapping turtles lebih memilih tempat tinggal di sungai yang lebih dalam dengan aliran air yang lumayan deras, tapi kadang-kadang alligator snapping turtles  juga dapat ditemukan di danau.

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More